Asupan Gizi Makro dan Mikro Sebagai Faktor Risiko Stunting Anak Usia 2–5 Tahun di Semarang

Salsa Bening

Abstract


Latar belakang : Stunting merupakan perawakan pendek yang disebabkan malnutrisi yang berlangsung kronis. Prevalensi stunting balita di Indonesia sebesar 37,2%, dan di Jawa Tengah mencapai 33,9%. Salah satu faktor risiko yang berpengaruh secara langsung terhadap kejadian stunting adalah asupan zat gizi. nelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecukupan zat gizi makro dan mikro yang rendah sebagai faktor risiko kejadian stunting anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan studi case-control yang dilakukan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang dengan jumlah sampel 71 kasus (stunting) dan 71 kontrol (tidak stunting). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chisquare dan multivariat menggunakan metode regresi logistik. Hasil : Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun adalah tingkat kecukupan vitamin C yang kurang (p=0,004; OR=2,97; CI=1,406,31). Faktor yang tidak terbukti mempengaruhi kejadian stunting adalah tingkat kecukupan energi, protein, vitamin A dan kalsium. Simpulan : Tingkat kecukupan vitamin C yang rendah merupakan faktor risiko stunting pada anak usia 2–5 tahun di Kecamatan Genuk, Kota Semarang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.