Pengaruh Posisi Tidur Semi Fowler 450 Terhadap Kenaikan Nilai Saturasi Oksigen Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di RSUD Loekmono Hadi Kudus

  • Sugih Wijayati Jurusan Keperawatan Prodi Profesi Ners Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
  • Dian Hardiyanti Ningrum Jurusan Keperawatan Prodi Profesi Ners Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
  • Putrono Putrono Jurusan Keperawatan Prodi Profesi Ners Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Abstract

 Background : Congestive Heart Failure (CHF) is a physiological condition where the heart is unable to pump enough blood to fullfill the metabolic needs of the body that cause some clinical symptoms felt by clients such as dyspnea, orthopnea, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) shortness of breath at night day. The most effective position for clients with congestive heart failure disease is 450 degree slope semi Fowler position, using gravity to aid lung compliance and reduce the pressure of the abdominal diaphragm.

 Aim: This study is to determine the effect of 450 semi Fowler bed position to increase the value of oxygen saturation in patients with congestive heart failure in dr. Loekmono Hadi Kudus General Hospital. The type of this research is to draft Experimental Pre-Pre and Post Test One Group Design. Conducted on 16 respondents with total sampling technique that met the inclusion criteria.

Methods: The research data were analyzed using dependent t-test.

 

Result : The result showed the difference in median 2 L / s average 2%, which use oxygen 3 L / s average 1%, and that does not use oxygen to experience average increase of 1%. 450 semi Fowler bed position has an effect  to increase the value of oxygen saturation in patients with congestive heart failure.

Conclution : The study recommends to give 450 semi Fowler bed position to patients with congestive heart failure with decreased oxygen saturation.

Keywords: 450 semi Fowler bed position; CHF; SpO2       

     

Latar Belakang : Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi fisiologis ketika jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh yang menimbulkan beberapa gejala klinis yang dirasakan klien beberapa diantaranya dispnea, ortopnea, paroxysmal nocturnal dispnea (PND) sesak nafas pada malam hari. Posisi yang paling efektif bagi klien dengan penyakit gagal jantung kongestif adalah posisi semi Fowler dengan derajat kemiringan 450, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diafragma.

Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh posisi tidur semi Fowler 450 terhadap kenaikan nilai saturasi oksigen pada pasien gagal jantung kongestif di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Metode : Jenis penelitian ini adalah Pra – Experimental dengan rancangan Pre  and Post Test One Group Design. Dilakukan pada 16 responden dengan tehnik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian di analisa menggunakan uji dependent t – test.

Hasil : Hasil penelitian didapatkan selisih median2 L/m rata – rata mengalami kenaikan 2%, yang menggunakan oksigen 3 L/m rata – rata mengalami kenaikan 1% dan yang tidak menggunakan oksigen mengalami rata – rata kenaikan 1%.

Kesimpulan : Ada pengaruh posisi tidur semi Fowler 450 terhadap kenaikan nilai saturasi oksigen pada pasien gagal jantung kongestif. Penelitian ini merekomendasikan agar pasien gagal jantung kongestif dengan penurunan saturasi oksigen diberikan posisi tidur semi Fowler 450.

Kata kunci : CHF; posisi semi Fowler 450; SpO2

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-09-20