Stent angioplasti pada anak hipertensi akibat stenosis arteri renalis di RSUP dr. Kariadi

  • Muhammad Heru Muryawan KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Kariadi
  • Antonius Gunawan Santoso KSM Radiologi RSUP Dr. Kariadi
  • Omega Mellyana KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Kariadi

Abstract

Background :

Renal artery stenosis (RAS) causes 5-10% of all secondary hypertension (HT) in children. Percutaneous transluminal angioplasty (PTA) has proven beneficial for adult patients, but for a children there are varying result. This paper is to report the management of PTA in HT children due to RAS in Dr. Kariadi Hospital.

Case report:

Nine years 8 months boy with stage II HT since 4 years old, in a good nutritional status, complaints headaches, no family history of hypertension. Treatment with of nifedipine, captopril, valsartan and furosemide has not improved. Four months ago, the patient was treated by the Children's Nephrology and Radiology Division in Dr. Kariadi Hospital for 4 days. initial blood pressure 150/100 mmHg (stage II HT), normal eye examination, heart and kidney function, the angiographic results obtained severe right middle renal artery stenosis.teh stenosis reduced by PTA with dilated balloons up to 30%. One day after the procedure, blood pressure decreased to stage I HT, no complication involved, and the patient was discharged on day 4, with nifedipine, valsartan to control HT and aspilet as anti platelet aggregation. Evaluation 4 months after PTA obtained normal blood pressure.

Discussion: HT renovascular children e.c. unilateral RAS performed by PTA has a good prognosis. Unilateral RASre-stenosis rates are less than 30%. Anti-hypertensive therapy is needed after ballooning or angioplasty stents. PTA in Dr. Kariadi Hospital can managed patient to make blood pressure normal.

Conclusion: PTA management is an option in children with HT renovasculere.c SAR. Dr. Kariadi Hospital can be a referral  to manage the case.

Keywords: pediatric hypertension, RAS, PTA, Dr. Kariadi Hospital

 

Latar belakang :

Stenosis arteri renalis (SAR) menyebabkan 5-10%  dari seluruh hipertensi (HT) sekunder pada anak. Percutaneous transluminal angioplasty (PTA) terbukti bermanfaat untuk pasien dewasa, namun pada anak hasilnya bervariasi. Tujuan makalah ini melaporkan tatalaksana PTA pada anak HT akibat SAR di RSUP dr Kariadi.

Laporan kasus : Anak laki laki 9 tahun 8 bulan dengan HTderajatII sejak usia 4 tahun, status gizi baik, keluhan kadang-2 sakit kepala, tidak ada riwayat keluarga hipertensi. Pengobatan nifedipin, kaptopril, valsartan dan furosemid belum membaik. 

Empat bulan yang lalu pasien di rawat oleh Divisi Nefrologi Anak dan Radiologi di RSUP dr Kariadi selama 4 hari. Tekanan darah saat masuk 150/100 mmHg, pemeriksaan mata, fungsi ginjal dan jantung normal, Hasil angiografi didapatkan stenosis berat arteri renalis kanan pertengahan, dilanjutkan PTA dengan stent post dilatasi dengan balon, stenosis mejadi 30%. Satu hari paska tindakan, tekanan darah menurun menjadi HT derajat I, tidak ada kelainan dan dipulangkan pada hari ke 4, mendapat nifedipin, valsartan dan aspilet sebagai anti agregasi trombosit. Evaluasi 4 bulan paska PTA didapatkan tekanan darah normal.

Pembahasan : HT renovaskuler anak e.c.SAR unilateral yang dilakukan PTA mempunyai prognosis baik. Angka re-stenosis SAR unilateral kurang dari 30%. Terapi anti-hipertensi diperlukan setelah pemasangan balon atau stent angioplasti. PTA di RSUP dr Kariadi berhasil membuat tekanan darah menjadi normal.

Kesimpulan :Manajemen PTA merupakan pilihan pada anak dengan HT renovaskuler e.c SAR. RSUP dr Kariadi dapat menjadi rujukan dalam tatalaksana kasus tersebut.

Kata kunci : hipertensi anak, SAR, PTA, RSUP dr Kariadi

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-11-25
Section
Original Article