Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah di depan mata, dimana pada tanggal 31 Desember 2015 MEA akan diberlakukan. Pada era MEA, “batas-batas” antar negara Asean dibuka, untuk mewujudkan tiga pilar Asean yaitu “economic community” terdiri dari pilar keamanan, pilar sosial-kultural dan pilar ekonomi. Salah satu profesi yang harus siap menghadapi MEA adalah praktisi medis serta keperawatan.

Terapi medis harus selalu berbasis bukti dan terdokumentasi dengan baik dalam bentuk artikel penelitian yang dipublikasi. RSUP Dr. Kariadi berusaha memenuhi kaidah terapi berbasis bukti dengan selalu mendukung penelitian dan publikasi ilmiah dengan menyelenggarakan pemberian dana hibah penelitian maupun lomba penulisan artikel ilmiah terbaik. Sebagian besar dari artikel penelitian yang dimuat pada edisi ini berasal dari hibah penelitian dan publikasi ilmiah yang diselenggarakan RSUP Dr. Kariadi.

Tema sentral kali ini adalah tentang pengobatan rasional pada penyakit mata. Infeksi mata secara klinis mempunyai spektrum dari infeksi ringan sampai keadaan gawat darurat dan dari infeksi yang tidak berpengaruh kepada tajam penglihatan sampai yang menyebabkan kebutaan. Pengobatan antibiotika yang rasional pada infeksi mata sangat penting karena obat ini memerlukan sistim imun yang baik untuk membahas kuman penyebab tetapi juga harus tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian dan harganya terjangkau.

Penelitian berkala dan terus menerus untuk memberikan antibiotika yang tepat pada infeksi mata harus dilakukan dan dipublikasikan kepada praktisi kesehatan pengguna.

Pengobatan infeksi yang memegang peranan penting ialah pemberian antibiotika, yang mempunyai sifat bakterisidal maupun bateriostatik, dimana obat terakhir ini memerlukan sistim imun yang baik untuk membasmi kuman penyebab.Pemilihan obat secara rasional meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian dan harganya murah. Salah satu caranya ialah dengan mengikuti prinsip dasar manajemen infeksi yang meliputi pemeriksaan kuman penyebab, tes kepekaan terhadap antibiotika dan pemilihan obat yang sensitif dengan berdasarkan farmakokinetik dan farmakodinamik obat.

Semoga dengan jiwa peneliti yang dipunyai oleh seluruh praktisi kesehatan, maka kita mampu bersaing secara global sesuai harapan MEA, dapat merawat pasien dengan mutu dan pelayanan kelas dunia serta berbasis bukti.

Selamat berjuang.

 

Editor

Published: 2015-05-09

Original Article