Disorders of Sex Development (DSD) adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan adanya organ genitalia eksterna yang tidak jelas antara laki-laki dan perempuan, atau bisa juga seseorang mempunyai gambaran kedua jenis alat kelamin. Kejadian DSD adalah 1: 4500-5000 kelahiran hidup. Penanganan DSD harus dilakukan secara dini untuk meminimalisasi komplikasi medis, psikologi dan sosial. Hiperplasia adrenal kongenital (HAK) adalah salah satu sex disorders yang dapat mengenai laki-laki dan perempuan dan merupakan kelainan genetika yang mempengaruhi kerja kelenjar adrenal. Gejala HAK pada perempuan lebih jelas dan lebih mudah terdeteksi karena merubah karakteristik perempuan menjadi maskulinisasi, oleh karenanya umumnya penderita perempuan mendapatkan penanganan sejak dini sehingga tingkat keparahannya tidak seberat pada penderita laki-laki. DSD menjadi topik utama yang diangkat dalam Medica Hospitalia edisi kali ini.

Antropometri adalah ukuran dari tubuh berasal dari bahasa Yunani yaitu kata anthropos yang berarti manusia dan metros yang berarti ukuran. Antropometri merupakan pengetahuan mengenai pengukuran dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat alat atau benda-benda yang digunakan oleh manusia. Antropometri yang paling umum adalah berat badan dan panjang / tinggi badan, pada bayi dan anak adalah lingkar kepala rutin dilakukan. Di luar itu ada beberapa pemeriksaan antropometri yang lebih spesifik seperti rentang tangan dan panjang lutut, ukuran komposisi tubuh seperti lingkar lengan atas dan skinfold.

Pada edisi kali ini hasil penelitian tentang antropometri cukup banyak ditulis, baik dari ilmu kesehatan anak maupun untuk kepentingan ilmu kedokteran forensik. Beberapa penelitian lain di bidang ilmu THT, gizi dan hipnoterapi yang diteliti bidang keperawatan mendapat tempat juga dalam penerbitan kali ini.

Semoga dengan semakin beragamnya artikel yang dimuat pada edisi kali ini, akan menantang para peneliti untuk tetap berkarya dan menuliskan hasil penelitiannya dalam bentuk artikel. Dengan demikian penelitian yang telah dipublikasikan bisa menjadi pijakan bagi rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya dalam mengambil keputusan klinis berbasis bukti.

 

Editor

Published: 2016-11-09