Deteksi dini gangguan pendengaran pada anak sangatlah penting untuk menunjang perkembangan bicara dan bahasa. Dengan proses mendengar seorang anak akan mendapatkan stimulasi suara yang akan sangat cepat dapat mempengaruhi perkembangan otak. Gangguan pendengaran bisa disebabkan berbagai hal antara lain karena infeksi sitomegalovirus yang bisa mengakibatkan gangguan pendengaran kongenital. OAE (otoacoustic emission) dan AABR (automated auditory brainstem response) adalah teknik pemeriksaan baku emas untuk deteksi dini pendengaran pada anak. Gangguan pendengaran khususnya deteksi dini pada anak menjadi topik utama yang diangkat dalam Medica Hospitalia edisi kali ini.

Penelitian yang dimuat pada Medica Hospitalia volume 4 no 2 tahun 2017 ini sangat beragam. Mulai dari antropometri ibu hamil dan anak, inisiasi menyusui dini, dampak smartphone pada anak sampai pada penyakit pada anak seperti sindroma nefrotik. Tetapi ada pula penelitian pada lansia dan pada bidang radiologi yang tentunya hasil penelitian tersebut sangat berguna apabila diterapkan pada masyarakat. Laporan kasus yang dilaporkan kali ini juga merupakan kelainan langka yaitu glycogen storage disease atau gangguan penyimpanan glukosa, yaitu penyakit langka yang tidak semua praktisi kesehatan berpikir tentang penyakit tersebut.

Semoga dengan semakin beragamnya artikel yang dimuat pada edisi kali ini, akan menantang para peneliti untuk tetap berkarya dan menuliskan hasil penelitiannya dalam bentuk artikel. Dengan demikian penelitian yang telah dipublikasikan bisa menjadi pijakan bagi rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya dalam mengambil keputusan klinis berbasis bukti.

 

Editor

Published: 2017-05-09

Original Article