Penyelenggaraan pelayanan kesehatan selalu mengupayakan peningkatan keselamatan pasien. Beberapa kasus yang melibatkan tenaga medis di Indonesia akhir-akhir ini telah merambah pada bidang hukum, yang membuat praktisi kedokteran secara massal dan serentak secara nasional terlibat dalam aksi solidaritas. Namun demikian, sebesar apapun polemik yang berkembang, hendaknya semua kembali berpulang pada sebuah konsitensi dalam ilmu pengetahuan yaitu bahwa kedisiplinan merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam menjalankan dalil-dalil ilmu.

Disiplin ilmiah merupakan cara pendekatan yang mengikuti ketentuan yang pasti dan konsisten untuk memperoleh pengertian dasar yang menjadi sasaran studi. Pada hakekatnya setiap praktisi kedokteran selayaknya menerapkan hal ini dalam setiap tindakan bahkan dalam sebuah pengambilan keputusan sekalipun. Pencapaian Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit untuk RSUP Dr. Kariadi, hendaknya menjadi semangat untuk selalu secara pasti dan konsisten menjaga kedisiplinan dalam semua praktik klinis.

Perkembangan pengetahuan juga terjadi dalam lingkungan di sekitar kita. Teknologi reproduksi berbantu sebagai salah satu teknologi mutakhir saat ini telah dikuasai pula oleh para dokter di Indonesia termasuk di rumah sakit kita ini. Berdasar penelitian epidemiologi yang ada, keberhasilan teknik ini dalam membantu pasangan infertil menunjukkan peningkatan, sehingga tepatlah bila teknologi ini mulai dikembangkan di rumah sakit kita, termasuk pengembangan sarana dan prasarana pendukungnya.

Masih di lingkup kebidanan dan penyakit kandungan, masalah kehamilan dan persalinan masih memerlukan perhatian yang serius, karena keberhasilan dalam perawatan ante natal akan mengurangi mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Pada kenyataannya, keberhasilan tersebut memiliki daya ungkit dalam meningkatkan status kesejahteraan secara nasional.

Dalam edisi kali ini, termuat beberapa teknik sederhana yang mampu menghasilkan efek terapi yang bagus. Platelet-rich plasma dan bantal pasir adalah contoh sederhana yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam pengelolaan pasien. Selain itu, beberapa modalitas yang terdapat di RSUP dr. Kariadi ini dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemajuan ilmu kedokteran.

Akhir kata, tak bosan-bosannya kita harus saling mengingatkan bahwa penyebaran dan penyerapan ilmu dapat dimulai dengan menulis laporan dan mempublikasikannya. Akan besar manfaatnya, bila benih ilmu disebar dan niscaya akan berbuah kebaikan. Selamat menulis.

 

Editor

Published: 2013-11-09

Original Article