Perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran makin laju percepatannya. Imbasnya, negara Indonesia tercinta ini harus seiring sejalan dengan apa yang terjadi pada negara-negara lain, aktif dalam mengikuti perkembangan melalui media informasi yang tersedia. Termasuk dalam tema sentral kali ini yaitu hematologi onkologi. Cabang ilmu ini berkembang begitu pesatnya sejalan dengan meningkatnya jumlah kasus keganasan baik hematologi maupun non hematologi.

Pada kenyataannya, kasus keganasan tidak dapat hanya ditinjau berdasarkan diagnosis penyakit primernya saja, namun terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan terapi, komplikasi, termasuk keadaan khusus yang terjadi berkaitan dengan keadaan itu sendiri. Tromboemboli dan pengelolaan gizi, kadang luput dari pengamatan klinis.

Unsur pendukung pengelolaan sebuah kasus, tidak dapat terpisahkan dan berdiri sendiri. Keadaan pasien sudah semestinya dianggap sebagai suatu yang kompleks dan selayaknya dikelola secara komprehensif. Dukungan berbagai cabang ilmu akan menjadi suatu harmonisasi dalam mewujudkan tata laksana terhadap pasien.

Dewasa ini, terasa sekali kemajuan teknologi terutama berkaitan dengan mesin atau alat. Negara-negara maju berlomba-lomba menciptakan dan memasarkan alat-alat tersebut. Sudah barang tentu, para dokter tidak mau tertinggal dalam perkembangan tersebut. Masalahnya adalah bahwa negara pencipta alat memiliki kemampuan research and development yang baik, sehingga banyak disiplin ilmu yang terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut. Bahkan, ilmu dasar seperti genetika dan biomolekuler, menjadi kekuatan tersendiri.

Dalam edisi kali ini, banyak topik yang menarik sudah disampaikan ke meja editor. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya banyak hal yang dikuasai oleh tenaga kesehatan kita, yang mengarah untuk mengimbangi perkembangan teknologi. Pada dasarnya, masih banyak hasil penelitian yang baik, yang masih hanya tersimpan dalam almari perpustakaan para dokter, menunggu untuk dipublikasikan. Lebih hebat lagi, masih banyak ide untuk meneliti yang belum terlaksana dan masih terbatas pada angan-angan.

Sejalan dalam rangka bakti dokter untuk Indonesia, marilah kita tampilkan kualitas kita melalui kegiatan berbagi ilmu dengan mempublikasikan ide dan hasil penelitian kita. Niscaya, hal tersebut akan turut mengharumkan nama Indonesia tercinta.

Selamat berjuang.

 

Editor

Published: 2013-05-09

Original Article