Hampir satu setengah tahun pandemi Covid-19 terus berjalan. Bangsa Indonesia masih berkutat dan berperang sejalan dengan naik turunnya jumlah kasus baru maupun jumlah kematian penduduk. Beberapa strategi sudah dilancarkan seperti meningkatkan pengetesan dan pelacakan, menerapkan karantina wilayah, dan mempercepat vaksinasi, termasuk memperbaiki fasilitas layanan kesehatan dan memperbanyak persediaan obat-obatan.

Pandemi global Covid-19 ini membuat kita semua bahkan seluruh dunia jatuh dalam sebuah utopia, kapankah kondisi ini berakhir, atau dapatkah kondisi ini diselesaikan? Pandemi ini merupakan rangkaian disrupsi dan menambah disrupsi sebelumnya yang dipicu revolusi industri 4.0. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce, dunia perbankan terdisrupsi oleh fintech dan berbagai macam e-payment, profesional hukum oleh rechtech, dunia kedokteran dan farmasi oleh healhtech, dan dunia pendidikan telah terdisrupsi besar-besaran oleh edutech.

Terkait dengan ini, maka lembaga manapun harus memperkuat posisi sebagai edutech institution, dengan memanfaatkan teknologi digital, dengan tujuan bersama-sama memecahkan masalah sosial dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan inovasi berkelanjutan. Penelitian dan pengembangan dalam dunia kedokteran tidak akan pernah berhenti. Bahkan dengan adanya pandemi, justru memunculkan banyak penelitian dan temuan baru demi membantu kehidupan sesama umat.

Terlebih dari itu, tim editor berusaha menampilkan penelitian-penelitian yang berkualitas dengan mekanisme administrasi yang lebih teratur. Pada gilirannya nanti, akan terbentuk sebuah mekanisme yang sinergis antara manajemen administrasi dengan tingkat pemanfaatan jurnal Medica Hospitalia ini.

Salam semangat melawan pandemi.

Editor.

Published: 2021-07-30

Original Article