Dunia kedokteran memulai babak baru dalam hal pengelolaan penyakit. Sekitar satu dekade terakhir, praktisi kedokteran memikirkan kemungkinan pengobatan menggunakan sel autologus terutama dalam kasus-kasus penyakit degeneratif. Hal ini memberikan harapan baru bagi pasien-pasien yang sedang mendapatkan terapi konvensional yang memerlukan biaya yang tinggi serta risiko operasi yang sangat besar. Bahkan, dalam kasus tertentu, pasien yang tidak dilakukan tindakan operasi sebagai terapi utamanya, dapat berharap pada keberhasilan terapi menggunakan sel autologus.

Saat ini dikenal luas istilah stem cell atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai sel punca. Boleh jadi metode terapi menggunakan sel punca merupakan perkembangan terakhir yang didapatkan manusia, meskipun di masa yang akan datang pasti ditemukan metode lain yang lebih efisien. Metode ini telah banyak dikembangkan di negara maju, bahkan beberapa kasus telah dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Cepat atau lambat, perkembangan terkini harus kita kuasai juga dengan mengikuti dan menerapkan teknologi yang berhasil guna dan berdaya guna dalam pelayanan kesehatan.

Dalam edisi ini, terpilih tema sentral mengenai penyakit jantung. Setelah sekian lama, para praktisi kedokteran berkutat dengan teori dan patofisiologi penyakit jantung, paradigma sekarang bergeser pada diagnostik dan terapi menggunakan teknologi mutakhir. Terapi sel punca menjadi salah satu metode terapi penyakit jantung. Hal ini sangat menarik sekaligus menantang, karena bila sel punca dapat berhasil guna dalam pengelolaan kasus penyakit jantung, tentunya dapat berdaya guna juga apabila diterapkan pada organ atau kelainan tubuh yang lain.

Sejalan dengan berkembangnya penelitian di lingkungan rumah sakit, kami memperoleh hal-hal yang menarik yang ditampilkan pada naskah penelitian yang dibuat oleh teman-teman sejawat dokter, residen, perawat, bahkan mahasiswa kedokteran. Kemajuan pesat ditunjukkan dalam hal teknik penulisan karya ilmiah tersebut, baik dalam hal materi, metodologi, maupun penggunaan bahasa dan penyusunan daftar pustaka. Untuk selanjutnya, berlatih menulis dan berkeinginan mempublikasikan hasil penelitian merupakan hal positif yang harus selalu dikedepankan.

Semoga semangat melakukan penelitian dan publikasi karya tulis, akan membuat jurnal ini semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu pijakan dalam membuat kebijakan di rumah sakit serta menjadi memperkuat penelitian berbasis klinis di Indonesia.

 

Editor

Published: 2012-11-09

Original Article